Sabar dan Syukur (2)

sabar-dan-syukur-1Alhamdulillah, hari ini jiwa dan raga dalam keadaan sehat. Nikmat kesehatan yang setiap hari Allah berikan membuat tubuh ini selalu kuat menjalani kesehariaanya. Tak terbayang jika ada beberapa bagian tubuh yang sedang tidak sehat, tentu akan terasa susah untuk melakukan beberapa hal. Karena setiap bagian dari tubuh ini, saling membutuhkan, saling terkait satu sama lain, yang semuanya harus saling berkoneksi untuk berjalan secara normal. Bersyukurlah kita yang masih memiliki semua bagian tubuh dan berfungsi secara normal. Kenormalan inilah yang harus kita gunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi semua orang.

Berbicara tentang syukur akan setiap nikmat yang telah Allah berikan, pasti akan sangat banyak kaitannya dengan sabar. Terkadang kita lupa, sebuah nikmat yang diberikan kepada kita seharusnya tidak hanya disyukuri, tetapi setelah bersyukur kita juga perlu bersabar dalam menggunakannya. Karena sebuah nikmat yang kita peroleh kita gunakan dalam hal-hal yang tidak baik. Sabar itu tidak hanya dalam hal-hal yang susah, sabar dalam menggunakan sebuah kenikmatan juga sangat perlu.

Teringat sekitar sebulan yang lalu mendapatkan sedikit ujian. Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik. Ingin mencontohi Nabi Ayyub yang diuji kesabarannya oleh Allah dengan cara diambil semua yang beliau miliki. Tidak hanya sampai disitu, beliau juga diuji dengan penyakit kulit yang tak kunjung sembuh selama 18 tahun. Dengan penuh kesabaran, Nabi Ayub Ayyub terus merasakan sakitnya, namun ia tetap sabar sambil mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya, sehingga jadilah Ayyub sebagai imam dan teladan dalam kesabaran. Hingga akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan penyakit yang menimpa Ayyub dan jasadnya kembali sehat, Dia juga memberikan kekayaan lagi kepadanya, mengembalikan harta dan anaknya. Seperti dalam firman Allah:

“Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al Anbiyaa’: 84)

Jika dipikir-pikir, begitu bahagianya hidup Nabi Ayyub yang mendapatkan lagi semua itu bahkan lebih dari sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Ayyub. Beliau selalu bersabar menjalani ujian tersebut, sambil terus bersyukur dengan keadaan seperti itu. Memang terasa sangat berat, tapi tetap harus dijalani. Sabar dan syukur, 2 hal yang selalu berkaitan. Bersyukur atas semua nikmat dan keadaan yang telah Allah berikan dan berusaha menjalaninya dengan penuh kesabaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s