Sang Ibu Jawa Barat

Ibu Netty“Bunda tahu,

Bila semua udara bernama cinta

dan bisa ku persembahkan untukmu,

itu tentu belum cukup

dan tak akan pernah cukup

untuk membalas semua kasihmu yang mengalir

di nadi dan jalanku”

_Abdurrahman Faiz

Begitulah peran seorang perempuan. Jika dia telah memiliki anak, selain sebagai seorang istri, perannya bertambah menjadi seorang ibu. Tidak perlu kita pungkiri lagi, jika peran seorang ibu bagi anak-anaknya begitu besar. 9 bulan 10 hari rela untuk membawa kita kemanapun dia pergi. Bahkan setelah lahir, beliau masih saja selalu mendampingi kita dan selalu siap sedia dalam membantu kita. Sebuah pengorbanan yang tidak akan terbalaskan dengan apapun.

Berbicara tentang seorang ibu, ingin sedikit mengenal sosok seorang Ibu yang sampai saat ini selalu mendampingi seorang Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Beliau adalah Ibu Netty Prasetiyani Heryawan.

Sebulan yang lalu, beliau baru saja mendapatkan Anugerah Ibu Jawa Barat dari Aliansi Dewi Sartika (ADS) Provinsi Jabar di Bale Asri Pusdai Kota Bandung. Mungkin penghargaan ini diberikan karena peran beliau dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan, untuk masa depan bangsa yang lebih baik. Dalam sambutannya, Ibu Netty yang juga istri dari Kang Aher itu mengungkapkan apresiasi dan rasa harunya karena mendapatkan penghormatan tersebut. Dibanding perempuan-perempuan lain, siapalah saya, ujarnya.

Penghargaan ini memang menjadi bukti bahwa peran seorang Ibu Netty dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan. Apalagi tidak ada satu pun ruang di masyarakat yang tanpa keterlibatan perempuan di dalamnya, katanya. Kinerja seorang Kang Aher, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, tidak lepas juga dari peran seorang Ibu Netty.

Peran beliau sebagai seorang ibu dalam memperjuangkan perbedayaan perempuan, pastinya berhubungan dengan caranya dalam mendidik anak-anaknya. Dalam sebuah talkshow di salah satu tempat di  Tasikmalaya beberapa hari lalu, seorang peserta yang juga ternyata seorang Guru bertanya:
“Bu, apa bedanya mendidik anak dengan hati dibanding mendidik anak dengan cinta?”

bismillah, jawab Ib Netty:

“Mendidik dengan hati belum tentu mendidik dengan cinta. Sebab semua emosi mulai dari suka, benci, senang, amarah, cinta dan sebagainya, esensinya datang dari hati.”

Jawabannya sederhana, tapi sangat bermakna. Memang hati adalah tempat bermuara semua perasaan. Saat mendidik dengan hati, belum tentu seorang ibu mendidik anaknya dengan cinta, karena antara cinta dengan beberapa sifat lain yang negatif bedanya hanya sedikit.

Signifikansi dari peran seorang ibu dalam mendidik anaknya dan memperjuangkan pemberdayaan perempuan memang sangat penting. Ibu sebagai seorang perempuan merupakan benteng utama dalam keluarga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Generasi yang nantinya akan memimpin bangsa ini kedepannya. Saat generasi ini terdidik melalui madrasah awal yang baik, dalam hal ini peran seorang ibu, maka bukan sebuah hal yang mustahil jika itu sudah menjadi satu jaminan bahwa kehidupan bangsa ini di masa mendatang akan jauh lebih baik. Karena generasi itulah yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini. Dalam bidang ekonomi, seorang perempuan dapat membantu peningkatan ekonomi keluarga, baik lewat jalur kewirausahaan maupun tenaga kerja terdidik. Ditambah sifat kepekaan perempuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan seorang pria, ini akan sangat membantu dalam hal penjagaan, penataan, dan pelestarian lingkungan.

Penganugerahan Ibu Jawa Barat kepada Ibu Netty memang tidak salah. Dilihat dari sepak terjangnya yang penuh perhatian dengan anak-anak, serta peran beliau dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan. Hal ini juga semakin diperkuat saat anugerah ini diserahkan langsung oleh bunda Dewi Trisna Harahap, Cucu Pahlawan Nasional asal Jawa Barat Dewi Sartika. Sungguh pencapaian yang luar biasa. Tetap semangat dalam berkarya, Ibu Netty, khususnya dalam mendampingi seorang Kang Aher dalam hal memajukan masyarakat Jawa Barat. Mengutip perkataan Ibu, semoga ini pada akhirnya menjadi pemicu untuk kian tegar menapaki langkah-langkah juang berikutnya.

*data-data di atas dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s