Andai aku warga Jawa Barat

HeryawanTak terasa, sudah 4,5 tahun tinggal di kota bandung, ibukota provinsi Jawa Barat. Merasakan hiruk pikuk kondisi perkotaan yang terkenal dengan sebutan kota kembang, dengan suku aslinya yaitu Suku Sunda. Banyak berinteraksi dengan warga sekitar kosan, membuat diri ini tertarik untuk menjadi warga Jawa Barat.

Sekarang sudah tahun 2013, tak terasa sudah memasuki tahun kelima berdomisili di bandung. Sambil menikmati kondisi provinsi ini, yang katanya 1/5 penduduk Indonesia berada disini, terlihat kondisinya masih seperti biasa. Warganya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Setiap jam 4 pagi para pedagang sudah mulai menampakkan jualannya di pasar. Memasuki waktu jam kerja, terlihat lalu lintas mulai ramai di jalanan. Motor dan mobil seakan ingin berlomba-lomba sampai di tempat kerja. Mungkin dikarenakan takut terlambat, sehingga kemacetan pun terjadi dimana-mana. Sama hal nya saat jam pulang kerja, kemacetan kembali terjadi karena semua pekerja akan segera bergegas bertemu keluarga di rumah. Sebuah kejadian yang lumrah di lalu lintas kota bandung, bahkan di akhir pekan akan lebih parah kenampakannya karena kota bandung dibanjiri oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kondisi itu memang seperti hal yang biasa terjadi setiap harinya. Tetapi untuk tahun 2013 ini akan ada satu acara spesial bagi seluruh warga Jawa Barat, yaitu Pilkada Gubernur. Bisa dibilang pesta demokrasi di tahun ini akan meriah, karena terdapat 5 calon. Gubernur saat ini yang sedang menjabat, Ahmad Heryawan atau Kang Aher, kembali mencalonkan dirinya untuk maju di Pilkada tahun ini, dan masih ada 4 calon lainnya. Sebelum bahas pilkadanya, ingin sedikit melihat ke belakang sekitar 4,5 tahun terakhir sejak saya berada di bandung dan merasakan kepemimpinan seorang Kang Aher. Yang katanya di pilkada sebelumnya tidak diunggulkan, malah terpilih menjadi Gubernur hingga sekarang. Lantas setelah jadi gubernur, Kang Aher sudah melakukan apa saja? Mari kita lihat beberapa di antaranya.

  1. Jabar menjadi provinsi yang berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.
  2. Berhasil dan berkontribusi nyata dalam mendukung penerapan dan pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG), pemberdayaan perempuan (PP), perlindungan anak (PA), serta upaya pemenuhan hak anak.
  3. Menjadi gubernur yang berkomitmen terhadap pengembangan penyuluhan pertanian.
  4. Dalam bidang olahraga, Jawa Barat menyabet Juara Ke-2 Pekan Olah Raga Nasional XVIII, Pekan Baru 22 September 2012.
  5. Menjadi Pembina Ketahanan Pangan, sehingga dianugerahkan Penghargaan Adhy Karya Pangan Nasional dari Presiden RI.
  6. Sukses meningkatkan presentase partisipasi SD dari 95 persen menjadi 119 persen.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal dalam bentuk prestasi yang sudah dilakukan oleh Ahmad Heryawan. Sang Gubernur yang memiliki slogan “Sabisa bisa, kudu bisa, Insya Allah pasti bisa” ini seakan-akan ingin membuktikan bahwa itu bukan hanya sekedar slogan. Tetapi itu adalah janji yang harus ditepati, dilakukan, dan dibuktikan. Pembuktian itu beliau berikan dalam bentuk prestasi. Prestasi-prestasi yang selama ini jarang dimuat dalam media. Walaupun begitu, hal tersebut tidak membuat beliau lantas untuk diam dan tidak ingin bekerja untuk rakyat lagi. Justru sebaliknya, beliau semakin serius untuk membenahi provinsi ini. Membuat provinsi terpadat di Indonesia ini untuk menjadi panutan bagi provinsi-provinsi lain.

Menutup sedikit ocehan ini, ingin memberikan pandangan secara pribadi. Yang dikatakan bekerja untuk rakyat saya pikir bisa kita lihat kepada sosok sang Gubernur. Beliau bekerja tak pernah lelah dalam melayani dan memenuhi kebutuhan warganya. Pergi pagi dan pulang di larut malam. Secara horizontal, hubungan beliau dengan warga Jawa Barat saya berikan dua jempol. Hubungan vertikal beliau dengan Sang Pencipta pun tidak usah diragukan lagi. Beliau tetap menyempatkan dirinya untuk terus berharap pertolongan dari-Nya dengan selalu melaksanakan apa-apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. “Andai aku warga Jawa Barat”, mungkin pilihannya akan tidak menjauhi beliau. Bukan berarti tidak menghargai calon lain, tapi sedikit memilih yang sudah terbukti saja daripada mencoba yang baru lagi.

*prestasinya diambil dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s