Papua dan Sumber Daya Alam-nya (1)

Provinsi ini sangat kaya dengan berbagai potensi sumberdaya alam. Sektor pertambangannya sudah mampu memberikan kontribusi lebih dari 50% perekonomian Papua, dengan tembaga, emas, minyak dan gas menempati posisi dapat memberikan kontribusi ekonomi itu. Di bidang pertambangan, provinsi ini memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga, semuanya terdapat di wilayah konsesi Freeport. Di samping itu, masih terdapat beberapa potensi tambang lain seperti batu bara berjumlah 6,3 juta ton, batu gamping di atas areal seluas 190.000 ha, pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton, lempung sebanyak 1,2 jura ton, marmer sebanyak 350 juta ton, granit sebanyak 125 juta ton dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom.

1. Potensi Mineral
Daerah Prospek Wabu
Berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia cadangan emas tereka yang ada di daerah Wabu adalah sebesar + 116 juta ton bijih dengan kandungan Au rendah. Dari hasil pemboran diketahui bahwa pada BO401 sampai kedalaman 203 meter dijumpai adanya 4 lapisan batuan yang mengandung emas dengan ketebalan total 27 meter dengan kandungan emas berkisar dari 0,97 gram/ton sampai 5,13 gram/ton. Pada BO402 dijumpai lapisan tunggal setebal 45 meter dengan kandungan emas 2,59 gram/ton

Daerah Prospek Pagane
Dari contoh batuan paritan uji di daerah Pagane, perubahan serisit+pirit pada intrusi di daerah tersebut berkaitan dengan adanya nilai kandungan emas. Sebagian alterasi pilik dipotong oleh alterasi mineral lempung. Zona skarn berkembang di bagian tepi dari alterasi pilik. Mineralisasi tembaga terbentuk pada endoskarn yang bersumber dari larutan hidrotermal. Dari hasil pemboran pada lubang BO20 dijumpai adanya lapisan batuan yang mengandung emas dengan kadar 14,33 gram/ton. Analisa terhadap inti pemboran di lubang lubang lain terus dilaksanakan sehingga akan diperoleh gambaran yang lebih detail dari daerah prospek ini.

Daerah Prospek Holomana
Keterdapatan Au-Cu-Pb-Zn  dengan nilai tinggi di dalam kelompok Batugamping New Guinea sebagaimana tercermin dari hasil pemboran pada lubang HL07-1 dan HL07-2 yang mengandung lapisan batuan dengan tebal total 18 meter dengan kandungan emas sebesar 29,39 gram/ton diinterpretasikan sebagai bagian tepi atau bagian atas dari sebuah sistem propiri. Sebagai tambahan, batulanau gampingan-batulempung dan batugamping dari kelompok batugamping new guinea yang tersingkap di daerah ini mungkin dapat diperkirakan sebagai sumber dari mineralisasi skarn, dimana terdapat kontak dengan porfiri diorit. Pengutupan Terimbas metode dwi kutup berpasangan mengindikasikan bahwa di daerah ini terdapat anomali logam.

Daerah Prospek Duabu
Dari hasil analisa conto paritan uji dan conto tanah terdapat nilai yang menarik di area tersebut. Anomali Pb+ Zn-Cu terdapat di selatan. Batuan di daerah +tersebut adalah Diorit – mikrodiorit. dengan ubahan silika menunjukkan nilai As+Sb+Ag yang cukup tinggi. Pemetaan di sekitar H# 51 menunjukkan adanya zona ubahan silika secara intensif yang berasosiasi dengan anomali geokimia logam dasar dan emas. Singkapan diorit berbutir kasar sampai sedang di daerah ini kemungkinan berhubungan dengan ubahan, meskipun intrusi itu sendiri hanya mengalami ubahan secara lemah.

Daerah Prospek Minjauh
Silika lempung dan atau silika-lempung-serisit-klorit dijumpai pada daerah ini yang terkontrol oleh patahan atau rekahan. Hal ini mengesankan bahwa patahan dan perekahan terjadi sebelum alterasi. Hasil soil sampling mengindikasikan nilai tinggi Ni dan Cu dengan lebar 400 meter berarah barat laut dengan sedikit zona Pb dan Zn, Mo dan Ag yang bernilai tinggi dijumpai secara lokal. Zona ini sejajar dengan patahan dalam berarah baratlaut. Patahan ini mungkin merupakan jalan bagi intrusi dalam yang telah disebutkan. Pola lain dari anomali adalah nilai tinggi Cu-Pb-Zn, yang ditemui pada bagian utara dengan panjang 600 meter dan lebar 200 meter. Pola ini sejajar dengan batas sedimen-volkanik dan atau patahan anjak.

Daerah Prospek Mandoga
Mineralisasi Cu-Au semakin berkembang di Mandoga dan dibatasi ke zona alterasi skarn dalam breksia dan daerah yang berkembang tiff yang menjari. Secara petrografi mineral sulfida yang dikenali terdiri atas chalcopirit, bornite, pyrite, pyrrhotite dan asrnopirit. Magnetit dan hematit sering berasosiasi. Au dipikirkan berasosiasi dengan fase Cu-Sulfida.
Skarn metasomatisme sekali-sekali ditemukan tetapi berkembang luas di breksia di Prospek Mandoga. Mineral skarn yang dikenali adalah granet, magnetit, hematit, clinopiroksen dan allanite. Alterasi skarn secara istimewa hadir di dalam breksia sebagai batuan induk berupa komponen matriks. Breksia adalah hasil ubahan jauh lebih kuat di dalam batuan vulkanik. Bagian tepi mineralisasi Pb/Zn/Ag berada di selatan dari Mandoga meungkin hadir kembali Gossan yang berkembang di tas struktur yang dikontrol oleh skarn mendatar yang menyerupai model “Big Gossan”.
Mineralogi penyusun komposisi Cu-Fe mengklasifikasikan skarn Mandoga sebagi model percampuran antara tembaga-emas skarn dari Ertzberg dan Big Gossan, dan tidak menunjukkan hubungan yang dekat dengan skarn emas seperti di Wabu.

Papua mineral

Peta Potensi Mineral daerah Papua (Sumber)

Ya, begitulah provinsi Papua. Provinsi paling timur di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

Tunggu kelanjutannya di Papua dan Sumber Daya Alam-nya (2)

SUMBER

3 thoughts on “Papua dan Sumber Daya Alam-nya (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s