Belajar dari masalah

Ada 3 pelajaran yang secara pribadi saya ambil dari masalah-masalah yang selama ini ditemui di Kepengurusan sebuah organisasi dakwah.

Pertama,  Beberapa waktu lalu membaca tulisan seseorang di sebuah blog yang judulnya “People Skill – belajar memahami orang lain”. Intinya sepertin ini. Terdapat beberapa karakter orang yang sampai saat ini secara umum dikenal oleh kita, yaitu Koleris, Plegmatis, Saunginis, dan Melankolis.Penulisnya mengatakan bahwa setiap orang ternyata memiliki keempat karakter itu, hanya saja proporsinya yang berbeda-beda. Ada yang orangnya Koleris banget, ada yang plegmatis sangat, ada yang melankolis abis, dan ada juga yang saunginis bener. Bahkan ada juga yang dominannya 2, misalnya koleris-plegmatis, melankoli-saunginis, dll. Semuanya saling berhubungan dan keempat karakter itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini. Seperti yang dikatakan oleh penulisnya,“Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.

Yang penting bukan mana yang terbaik. Sebab kita semua bisa mengasah keterampilan kita berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill). Seorang yang ahli dalam berurusan dengan orang lain, ia akan mudah beradaptasi dengan berbagai watak itu. Ia tahu bagaimana menghadapi sifat pelupa dan watak acaknya kaum sanguinis, misalnya dengan memintanya untuk selalu buat rencana dan memintanya melakukansegera. Ia jago memanas-manasi (menantang) potensi orang koleris mencapai goal-nya, atau `membakar’ sang phlegmatis agar segera bertindak saat itu juga.”Inilah seninya”, kata Florence “dalam berinteraksi dengan orang lain”. Tentu saja awalnya adalah, “Anda dulu yang harus berubah”. Belajarlah jadi pengamat tingkah laku manusia…(lalu tertawalah)!'”

Setelah baca blog ini, satu hal yang saya dapatkan. “Sangat dibutuhkan sikap kita untuk saling memahami sifat dan karakter saudara kita. Saat dia melakukan sesuatu yang menurut kita itu salah, kita sudah tahu dan mengerti. Kita pun berkewajiban untuk mengingatkan dia, karena kalau bukan kita yang mengingatkannya, siapa lagi? Dalam Al-Quran pun, Allah pun memerintahkan kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran (QS. Al-Asr: 3)

Pelajaran kedua, Jujur saya sangat bersykur dengan adanya masalah-masalah yang kita hadapi dalam kepengurusan ini. Karena itu menjadi bukti buat kita bahwa Allah SWT sangat mencintai dan menyayangi kita. Jika teman-teman tahu dan ingat, seperti kata Imam Hasan Al Banna, menemukan masalah dalam berdakwah adalah wajar. Justru tidak wajar ketika kita berdakwah perjalanannya enteng-enteng saja.

Pelajaran ketiga, saya baru saja menyadari akan hal ini semalam, sejak pulang dari kosan salah seorang teman sekitar jam 21.45. Ternyata masalah-masalah itu datang akibat diri kita sendiri yang sejak awal kepengurusan, mungkin saja NIAT kita sudah tidak benar alias Niat kita berada dalam jalan dakwah ini bukan karena Allah SWT. Jadi apa yang harus kita lakukan? Tentu saja meluruskan lagi niat kita dalam amanah ini.

Jangan pernah kita berniat untuk membuat Organisasi Dakwah ini dikenal masa kampus.

Jangan pernah kita berniat untuk membuat diri kita menjadi tokoh kampus.

Jangan pernah pula kita berniat untuk mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang karena kita dipercaya dalam amanah ini.

Serta niat-niat lainnya yang sekiranya hanya bersumber dari nafsu kita.

“TAPI BERNIATLAH BAHWA KITA BERADA DALAM AMANAH DAKWAH INI SEMATA-MATA KARENA DAN HANYA UNTUK ALLAH SWT.”

Itulah beberapa pelajaran yang saya dapatkan selama menemukan masalah-masalah dalam amanah ini. Semoga bisa bermanfaat. Mohon maaf dan mohon koreksinya jika ada kata-kata yang salah dalam tulisan ini. Sesungguhnya yang benar itu datangnya dari ALLAH SWT dan yang salah itu datang dari pribadi ini.

Wallahualam bisawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s