Tausyah (2)

Bilaman daya tarik kehidupan dunia seseorang lebih kuat, hal ini akan menghambat seseorang dalam perjalanannya menuju surga. Namun bila daya tarik imannya lebih kuat, hal ini akan membawanya terus berjalan menuju surga meskipun hanya dengan merangkak.

Amal tanpa niat jadinya anaa (kelelahan), Niat tanpa ikhlas jadinya habaa (debu, kesia-siaan), ikhlas tanpa tahqiq (realisasi) jadinya ghutsaa (buih). (Ust. Rahmat Abdullah)

Ketika orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini, mendirikan imperium kebenaran.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tapi tugas kita adalah untuk terus beramal dan bermujahadah, berusaha, dan mencoba, hingga pada akhirnya kita akan belajar dan tahu bagaimana cara agar berhasil. So, Just do the best…

Hendaklah kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita. (Ibnul Qayyim Al Jauziyyah)

Abu Hurairah ra, berkata, rasulullah SAW bersabda “diantara ciri baiknya keislaman seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya” (HR. Tirmidzi)

Hanya dengan kegelapan kita bisa melihat indahnya bintang. Kadang Allah mencoba kita dengan kesusahan, kekurangan, kesempitan, agar dapat mensyukuri pemberian-pemberian yang kadang terlupakan. Saat yang kita dapatkan tidak seperti yang kita harapkan, sebenarnya Allah masih menyembunyikan kejutan. Kita tidak akan pernah sempurna, tapi dengan bersyukur, segalanya akan terasa SEMPURNA.

Hidup adalah membuat pilihan. Dan tiap pilihan pasti ada resikonya. So, masalahnya bukan pada resikonya, tapi pada tepat atau tidaknya pilihan kita. Jika pilihan sudah epat, resiko apapun akan teratasi, biidznilah. Libatkanlah ALLAH dala setiap pilihan kita…

Generasi pertama terangkat keuliaannya karena menempatkan Al-Quran di atas segalanya. Sedangkan generasi sekarang jatuh keuliaannya karena menempatkan Al-Quran di bawah nafsu dan kehendak dirinya. (Dr. Muhammad Al-Ghazali)

Jadikanlah 3 hal sebagai sikapmu terhadap orang-orang mukmin: (1) Jika tidak bisa memberikan manfaat, maka jangan membahayakannya. Jika tak bisa membahagiakan, maka jangan membuatnya terlihat sedih. Jika tak bisa memuji maka jangan mencacinya (yahya ibn Muadz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s