Bekam atau Hijamah

“Dan, kita bekam yuk”.

“Bekam? Kapan emang?,” kata Obi.

“Hari ini kan gak ada kegiatan tuh. Sekalian menghilangkan darah kotor”.

“Tapi sakit gak???

Sambil mendekati Obi, “Gak, rasanya seperti digigit semut aja koq”.

“Ya udah. Mau brangkat jam berapa?,” tanya Obi

Sambil berjalan keluar masjid,” Jam 10 aja. Kita istrahat dulu sekarang. Ntar ketemuan aja di tempat parkir”. Ok?

“Sip-sip. Assalamu’alaykum…”.

“Wa’alaikumsalam,” jawab Ardan.

Setelah beberapa jam kemudian, tepatnya jam 10.00 WIB, Ardan dan Obi ketemuan di tempat parkir. Setelah semuanya siap, mereka berangkat menuju tempat bekam yang berada di daerah Jend. Sudirman. Sesampainya di sana, mereka daftar dan mengeluarkan biaya sebesar 30.000 saja. Setelah mendapatkan kartu anggota, mereka duduk untuk antri. Karena pada hari itu banyak yang ingin bekam juga, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tibalah saatnya mereka berdua, dipanggil secara bersamaan oleh 2 orang ikhwan yang menjadi petugas untuk membekam mereka. Tempat bekam ini bagus, karena ikhwan dan akhwat dipisah. Selain bekam, mereka juga melayani terapi-terapi lainnya, seperti ruqiyah, konsultasi kesahatan, serta pencatatan medis.

Lanjut ke kisah 2 orang di atas. 45 menit pun berlalu dan mereka berdua udah selesai dibekam. Masing-masing saling menanyakan rasanya. Intinya mereka berdua merasa leboh “plong” terhadap badan masing-masing. Ya iyalah, kan darah kotornya dikeluarin. Sambil berbincang-bincang, mereka berdua pun berlalu untuk balik ke kosan masing-masing.

* * *

Mungkin ada yang belum mengenal bekam itu seperti apa. Tetapi, setelah baca cerita di atas, sudah ada sedikit gambaran tentang bekam tersebut. Jadi gini, bekam itu adalah salah satu terapi kesehatan yang dilakukan untuk mengeluarkan darah kotor yang di dalamnya terdapat racun dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah Bahasa Arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Dalam melakukan bekam ini, dibutuhkan alat-alat yang berkualitas dan steril. Karena ini berkaitan dengan kesehatan seseorang.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa kita harus berbekam? Setiap manusia akan menghasilkan sel darah merah kotor. Makanan yang kita makan dan air yang kita minum sering kali mengandung bahan-bahan zat kimia yang berbahaya seperti oewarna makanan, ataupun yang sintesis bila dikonsumsi terus menerus akan menghasilkan toksin (racun) di dalam tubuh. Selain darah kotor tubuh juga sering kali mengalami gangguan keseimbangan angiin, baik itu di lambung, usus ataupun di dalam pembuluh darah. Angin yang berlebih dapat mengganggu metabolis hingga menjadi penyakit. Gangguan angin bisa dirasakan dari perut kembung, mual, sering sendawa, migren, sakit kepala, sakit gigi dan pegal-pegal pundak dan tulang belikat. Obat masuk angin yang kita kenal sehari-harinya hanya bisa mengurangi namun tidak dapat mengatasi secara maksimal. Bekam yang dilakukan minimal sebulan sekali, akan sangat membantu mengurangi darah kotor di dalam tubuh dan angin yang berlebih.

Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Di antaranya adalah:

  • Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
  • Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.
  • Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.
  • Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan kedua adalah kapan kita berbekam? Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).Tetapi hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Terdapat beberapa pilihan, yaitu:

  • Jika ingin mengobati penyakit, lakukan 2 minggu sekali.
  • Jika ingin menjaga kesehatan, lakukan 2 minggu sekali.
  • Jika ingin menjaga kesehatan dan mengikuti Sunnah Rasul, lakukan di tanggal 17, 19, dan 21 di setiap bulan Hijriah. Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

Cara melakukan bekam sesuai pengalaman yang saya alami.

  • Siapkan semua alat-alat yang dibutuhkan. Semua alat sudah disterilkan dengan alat sterilisator standar.
  • Dimulai dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Punggung kita kemudian dipukul secara perlahan dengan “sapu lidi”. Gunanya untuk membuat otot-otot kita menjadi rileks.
  • Punggung kita akan dioleskan minyak zaitun (belum tahu apa maksudnya).
  • Dilakukan penghisapan kulit dengan menggunakan “kop/gelas” bekam. Lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal.
  • Setelah 5 menit, kita akan diperlihatkan jarum oleh petugasnya. Jarum itu harus dalam keadaan baru dan tertutup. Dipakai hanya sekali setiap orang.
  • Kop yang tadi digunakan untuk penghisapan dibuka. Di daerah kop itu, akan ditusukkan jarum tersebut.
  • Jarum itu nantinya akan dikeluar masukkan ke dalam kulit kita secara cepat. Rasanya hanya seperti digigit semut saja.
  • Setelah ditusukkan jarum itu secara cepat dengan menggunakan alatnya,  daerah tersebut diisap lagi dengan menggunakan kop/gelas bekam. Kemudian ditunggu selama 20 menit sampai darah kotornya keluar.
  • Jika sudah 20 menit, kop bekam akan dibuka dan darahnya akan dibersihkan oleh petugasnya. Jika kita ingin melihat darahnya, petugasnya akan memperlihatkannya. Setelah itu, badan kita akan  dibersihkan dan diolesi lagi dengan minyak zaitun. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari. Setelah itu. bekam pun selesai.
  • Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.

Semoga informasi bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika ada yang salah, tolong dikoreksi. Satu hal terakhir dari bagian ini yang ingin saya infokan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan rutin melakukan terapi, kita bisa memetik manfaat bekam dalam rangka menjaga kesehatan. Yang demikian itu mengikut cara rasul dalam menjaga kesehatan.

 

Notes:

Dibaca dari berbagai sumber dan berdasarkan pengalaman pribadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s